Bang Lutfi, begitu beliau akrab disapa oleh banyak pesilat di Bumi Nusantara ini, Beliau adalah salah satu keturunan para pendekar karena kedua orang tuanya yaitu ayah dan ibu kandungnya adalah orang yang juga mengusai ilmu beladiri khususnya beladiri silat asli produk indonesia, sejak usia dini, dalam usia yang masih kecil beliau sudah diajarkan oleh ayahnya suatu beladiri silat dan hingga akhirnya beladiri silat sudah mendarah daging dalam tubuhnya, perjalanannya dalam dunia persilatan sudah tahunan, beliau telah memulai perjalanan keilmuannya di tahun 1974 saat sang ayah mulai mengajarinya Silat Cimande yang kemudian beliau perdalam lagi dengan Silat tenaga dalam Margaluyu yang beliau pelajari dari sang kakek.
Rupanya 2 aliran silat ini masih belum cukup memuaskan Bang Lutfi dalam menuntut ilmu silat, hingga akhirnya di tahun 1983 beliau mendalami Silat Kwitang, demi menyempurnakan pengetahuannya maka beliau pun mendalami ilmu beladiri dari Negeri Matahari terbit yaitu Kempo di tahun 1986, pengalamannya yang telah begitu banyak dalam mempelajari beragam jenis silat, mulai dari Syahbandar hingga beragam Silat Betawi yang akhirnya membawa beliau melanglang buana memperdalam banyak ilmu silat hingga ke Bekasi, disitulah beliau pada tahun 2000 mulai mempelajari Silat Cingkrik sekaligus mengajarkannya hingga saat ini, berdasarkan pengalaman dan dedikasi beliau terhadap budaya silat lah yang akhirnya melahirkan Perguruan Silat "MAEN TJINGKRIG ".
Bang Lutfi selalu menekankan kepada para muridnya untuk memegang teguh prinsip perguruan yaitu Persaudaraan, Tata Krama, Keikhlasan & Kejujuran. Karena seorang pesilat yang baik adalah yang mampu mengendalikan kesombongan dirinya, juga ketaatan dalam beribadah kepada Sang Pencipta yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ingat: Semua beladiri apapun bentuknya adalah bagus untuk dipelajari asal terhindar dari kemusyrikan/syirik. Hebat atau tidaknya kita dalam melakukan beladiri yang ditekuni itu semua tergantung ketekunan dalam berlatih, tidak ada mahluk yang sempurna/kuat dimuka bumi ini.
